Askep Asma

Saturday, December 19th, 2015 - Askep, Askep KMB

Askep Asma – Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat di Indonesia. Asma adalah gangguan pernapasan pada bronkus yang menyebabkan penyempitan intermiten pada saluran pernafasan. Asma merupakan gangguan inflamasi kronik jalan napas yang mengakibatkan berbagai sel inflamasi. Dasar penyakit ini adalah hiperaktivitas bronkus dalam berbagai tingkat, obstruksi jalan nafas dan gejala pernafasan/sesak nafas. Ada beberapa istilah/definisi yang dilakukan oleh para ahli kedokteran, diantaranya :
– Asma adalah penyakit pernapasan obstruktif yang ditandai oleh spasme otot polos bronkiolus (Corwin E.J., 2001 : 430).
– Asma adalah obstruksi akut pada bronkus yang disebabkan oleh penyempitan yang intermiten pada saluran napas di banyak tingkat mengakibatkan terhalangnya aliran udara (Stein J.H., 2001 : 126).

Askep Asma

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab asma, diantaranya :
1. Faktor Ekstrinsik (asma imunologik / asma alergi)

  • Reaksi antigen-antibodi
  • Inhalasi alergen (misalnya oleh debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang)

2. Faktor Intrinsik (asma non imunologi / asma non alergi)

  • Infeksi : parainfluenza virus, pneumonia, mycoplasmal
  • Fisik : cuaca dingin, perubahan temperatur
  • Iritan : kimia
  • Polusi udara : karbondioksida, asap rokok, parfum
  • Emosional : takut, cemas dan tegang
  • Aktivitas yang berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus.

(Suriadi, 2001 : 7)

Asma timbul dengan disertai beberapa tanda-tanda dan gejala-gejala, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Stadium dini

Faktor hipersekresi yang lebih menonjol :

  1. Batuk dengan dahak bisa disertai maupun tanpa pilek
  2. Rochi basah halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul
  3. Whezing belum ada
  4. Belum ada kelainan bentuk thorak
  5. Ada peningkatan eosinofil darah dan IG E
  6. BGA belum patologis

Faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan :

  1. Timbul sesak napas dengan atau tanpa sputum
  2. Whezing
  3. Ronchi basah bila terdapat hipersekresi
  4. Penurunan tekanan parsial O2

2. Stadium lanjut/kronik

  1. Batuk, ronchi
  2. Sesak nafas berat dan dada seolah-olah tertekan
  3. Dahak lengket dan sulit untuk dikeluarkan
  4. Suara nafas melemah bahkan tak terdengar (silent chest)
  5. Thorak seperti barel chest
  6. Tampak tarikan otot sternokleidomastoideus
  7. Sianosis
  8. BGA Pa O2 kurang dari 80%
  9. Ro paru terdapat peningkatan gambaran bronchovaskuler kanan dan kiri
  10. Hipokapnea dan alkalosis bahkan asidosis respiratorik

(Halim Danukusumo, 2000, hal 218-229)

Kelainan utama dari asma diduga disebabkan karena adanya hipersensitivitas dari cabng-cabang bronkus. Pada individu yang retan, lapisan dan cabang-cabang bronkial tersebut akan menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan yang diberikan kepadanya. Kerentanan dari individu kemungkinan diturunkan secara genetik, munculnya kerentanan disebabkan oleh adanya perubahan terhadap rangsangan yang berlebihan dengan faktor lingkungan tertentu, seperti penerapan bahan alergen/iritan.

Apapun pencetusnya mekanisme yang terjadi adalah sama saja bronkokontriksi yang terjadi kemungkinan sebagai suatu reaksi perlindungan untuk membatasi instalasi alergen/iritasi yang lebih lanjut, bila hal ini berlangsung terus-menerus maka lapisan jalan akan tersentifisasi terutama pada bronkus berukuran sedang dan bronkiolus sehingga mengalami peradangan dan edematosus. Pada asma atopik keadaan ini disebabkan oleh alergen spesifik yang terkait dengan antibodi-antibodi spesifik sehingga menyebabkan pelepasan dari berbagai macam hormon lokal dan zat mediator. Pada semua kasus adanya peradangan dapat ditandai dengan edema dari selaput lendir bronkial dan peningkatan ekskresi. Hal ini dapat meningkatkan instabilitas dari obat-obat polos bronkial.

Askep asma selengkapnya dapat Anda baca dan download melalui link yang ada di bawah ini :

askep asma 1
askep asma 2
askep asma 3

Askep Asma | askep | 4.5