Askep CHF

Thursday, October 29th, 2015 - Askep, Askep KMB

Askep CHF – CHF (Congestive Heart Failure) atau gagal jantung kongesive merupakan salah satu masalah kesehatan dalam sistem kardiovaskular yang sering di jumpai dengan angka kejadian yang meningkat setiap tahun. Menurut American Heart Association(AHA) tahun 2012 dilaporkan bahwa ada 5,7 juta penduduk Amerika Serikat yang menderita gagal jantung (Padila, 2012). Menurut data dari Departemen Kesehatan pada tahun 2012, penderita CHF atau gagal jantung di Indonesia mencapai 14.449 jiwa penderita yang menjalani rawat inap di rumah sakit. Sementara di provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 terdapat 520 penderita CHF dan menjalani rawat inap. Gagal jantung (readmission) juga merupakan penyakit yang paling sering memerlukan perawatan ulang di rumah sakit, walaupun sudah di berikan pengobatan dengan rawat jalan secara optimal. Menurut seorang ahli bernama Rubeinstein (2007) ditemukan data sekitar 44 % pasien medicare  yang dirawat dengan diagnosis CHF akan dirawat kembali pada 6 bulan kemudian. CHF merupakan alasan yang paling umum bagi lansia untuk dirawat di rumah sakit (usia 65  –  75 tahun mencapai persentase sekitar 75,2 % pasien yang dirawat dengan CHF). Resiko kematian yang diakibatkan oleh CHF adalah sekitar 5-10 % per tahun pada kasus gagal jantung ringan, dan meningkat menjadi 30-40% pada gagal jantung berat. Menurut penelitian, sebagian besar lansia yang didiagnosis menderita CHF tidak dapat hidup lebih dari 5 tahun ( Kowalak, 2011 ).

Askep CHF

Gagal jantung sering di definisikan sebagai keadaan patofisiologik dimana jantung sebagai pompa darah tidak mampu memenuhi kebutuhan darah yang akan digunakan untuk metabolisme jaringan tubuh. Ciri-ciri penting dari defenisi ini adalah yang pertama defenisi gagal adalah relatif terhadap kebutuhan metabolisme tubuh, kedua penekanan arti gagal yang ditujukan pada fungsi pompa jantung secara keseluruhan. Istilah gagal miokardium ditujukan spesifik pada fungsi miokardium, gagal miokardium umumnya mengakibatkan gagal jantung, tetapi mekanisme kompensatorik sirkulasi dapat menunda atau bahkan mencegah perkembangan menjadi gagal jantung dalam fungsi pompanya.

Istilah gagal sirkulasi lebih bersifat umum daripada gagal jantung. Gagal sirkulasi merupakan ketidakmampuan dari sistem kardiovaskuler untuk melakukan perfusi jaringan dengan memadai. Definisi gagal sirkulasi ini mencakup segala kelainan sirkulasi yang dapat mengakibatkan perfusi jaringan yang tidak memadai, termasuk perubahan dalam volume darah, tonus vaskuler dan jantung. Gagal jantung kongetif adalah keadaan dimana terjadi bendungan sirkulasi akibat gagal jantung dan mekanisme kompenstoriknya. Gagal jantung kongestif perlu dibedakan dengan istilah yang lebih umum yaitu gagal sirkulasi, yang hanya berarti kelebihan beban sirkulasi akibat bertambahnya volume darah pada gagal jantung atau sebab-sebab diluar jantung, seperti transfusi yang berlebihan atau anuria.

Untuk membaca asuhan keperawatan CHF ( askep CHF ) lebih lengkap, silahkan di download Askep CHF dalam bentuk file askep chf di bawah ini :

askep chf.doc

Askep CHF | askep | 4.5