Askep Diabetes Melitus

Friday, January 15th, 2016 - Askep, Askep KMB

Askep Diabetes Melitus – Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia. Diabetes di definisikan oleh para ahli kesehatan dengan berbagai kalimat yang menggambarkan keadaan dengan cara yang jelas. Berikut ini beberapa definisi tentang diabetes mellitus menurut para ahli kesehatan :

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. Diabetes mellitus digolongkan sebagai penyakit endokrin atau hormonal karena gambaran produksi atau penggunaan insulin (Barbara C. Long, 1996:4).

Diabetes mellitus adalah sindrom yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara tuntutan dan suplai insulin. Sindrom ini ditandai oleh hiperglikemia dan berkaitan dengan abnormalitas, metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Abnormalitas metabolik ini mengarah pada perkembangan bentuk spesifik komplikasi ginjal, okular, neurogenik dan kardiovaskuler (Hotma Rumoharba, Skp, 1997).

Askep Diabetes Melitus

Diabetes mellitus merupakan keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada pembuluh basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron (Arif Mansyoer, 1997 : 580).

Diabetes mellitus adalah penyakit herediter (diturunkan) secara genetis resesi berupa gangguan metabolisme KH yang disebabkan kekurangan insulin relatif atau absolut yang dapat timbul pada berbagai usia dengan gejala hiperglikemia, glikosuria, poliuria, polidipsi, kelemahan umum dan penurunan berat badan.

Klasifikasi etiologis DM American Diabetes Association (1997) sesuai anjuran Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) adalah:
1. Diabetes tipe 1 (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut):
a. Autoimun
b. Idiopatik

2. Diabetes tipe 2 (bervariasi mulai terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin).

3. Diabetes tipe lain
a. Defek genetik fungsi sel beta:
1) Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY) 1,2,3
2) DNA mitokondria
b. Defek genetik kerja insulin
c. Penyakit eksokrin pankreas
1) Pankreatitis
2) Tumor / pankreatektomi
3) Pankreatopati fibrotakalkus
d. Endokrinopati: akromegali, sindrom cushing, feokromositoma, dan hipertiroidism.
e. Karena obat / zat kimia
1) Vacor, pentamidin, asam nikotinat
2) Glukokortikoid, hormon tiroid
3) Tiazid, dilantin, interferona, dll.
f. Infeksi: rubela kongenital, sitomegalovirus
g. Penyebab imunologi yanng jarang : antibodi antiinsullin
h. Sindrom genetik lain yanng berkaitan dengan DM: sindrom down, sindrom kllinefelter, sindrom turner, dll.

4. Diabetes Mellitus Gestasional

Diabetes Melitus Tergantung Insulin ( DMTI ) atau biasa disebut Insulin Dependent Diabetes Mellitus ( IDDM ) di sebabkan oleh destruksi sel beta pulau lengerhands akibat proses autoimun, sedangkan Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin ( DMTTI ) atau Non Insulin Dependent Diabetes Melitus ( NIDDM ) disebabkan kegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin.

Proses penuaan, gaya hidup, infeksi, keturunan, obesitas dan kehamilan akan menyebabkan kekurangan insulin atau tidak efektifnya insulin sehingga sehinga terjadi gangguan permeabilitas glukosa di dalam sel, selain itu juga dapat di sebabkan oleh karena keadaan akut kelebihan hormon tiroid, prolaktin dan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan peningkatan glukosa darah. Peningkatan kadar hormon-hormon tersebut dalam jangka panjang terutama hormon pertumbuhan dianggap diabetogenik (menimbulkan diabet). Hormon-hormon tersebut merangsang pengeluaran insulin secara berlebihan oleh sel-sel beta pulau lengerhans pankreas, sehingga akhirnya terjadi penurunan respon sel terhadap insulin dan apabila hati mengalami gangguan dalam mengolah glukosa menjadi glikogen atau proses glikogenesis maka kadar gula dalam darah akan meningkat.
Apabila ambang ginjal dilalui, akan timbul glukosuria yang menyebabkan peningkatan volume urine, rasa haus tersimulasi dan pasien akan minum air dalam jumlah yang banyak (polidipsi) karena glukosa hilang bersama urine, sehingga terjadi kehilangan kalori dan starvasi seluler, selera makan dan orang menjadi sering makan (polifagi).

Hiperglikemia menyebabkan kadar gula dalam keringat meningkat, keringat menguap, gula tertimbun di dalam kulit dan menyebabkan iritasi dan gatal-gatal. Akibat hiperglikemia terjadi penumpukan glukosa dalam sel yang yang merusak kapiler dan menyebabkan peningkatan sarbitol yang akan menyebabkan gangguan fungsi endotel. Kebocoran sklerosis yang menyebabkan gangguan-ganguan pada arteri dan kapiler. Akibat hiperglikemia terjadi penimbunan glikoprotein dan penebalan membran dasar sehingga kapiler terganggu yang akan menyebebkan gangguan perfusi jaringan turun yang mempengaruhi organ ginjal, mata, tungkai bawah, dan saraf ( Elizabeth J. Corwin, 2001 ).

Pasien yang menderita penyakit Diabetes Mellitus tidak menunjukkan gejala akut secara mendadak, tapi pasien tersebut menunjukkan gajala sesudah beberapa bulan mengidap penyakit DM. Gejala ini disebut gejala kronik atau menahun, adapun gejala kronik yang sering timbul adalah :
– Kesemutan
– Kulit terasa panas atau seperti terusuk jarum
– Rasa tebal di kulit sehingga kalau berjalan seperti di atas bantal atau kasur
– Kram
– Mudah mengantuk
– Capai
– Mata kabur, biasanya sering ganti kaca mata
– Gatal sekitar kemaluan, terutama pada wanita
– Gigi mudah lepas dan mudah goyah
– Kemampuan seksual menurun atau bahkan impoten
– Terjadi hambatan dalam pertumbuhan pada anak-anak
( Tjokro Prawito, 1997 )

Adapun kelompok resiko tinggi yang memudahkan terkena penyakit diabetes melitus adalah:
– kelompok usia dewasa tua (lebih dari 40 tahun)
– kegemukan
– tekanan darah tinggi
– riwayat keluarga DM
– riwayat DM pada kehamilan
– riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi 4 kg
– riwayat terkena penyakit infeksi virus, misal virus morbili
– riwayat lama mengkonsumsi obat-obatan atau suntikan golongan kortikosteroid.
( Tjokro Prawito, 1997 )

 

Askep diabetes melitus selengkapnya dapat Anda download melalui link yang ada di bawah ini :

Askep Diabetes Melitus 1

Askep Diabetes Melitus 2

Askep Diabetes Melitus | askep | 4.5