Askep DM

Thursday, January 29th, 2015 - Askep, Askep KMB

Askep DM – Penyakit diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak di derita oleh penduduk Indonesia. Pada tahun 2013, di Indonesia diperkirakan ada sekitar 8,5 juta penderita diabetes yang merupakan jumlah ke-empat terbanyak di Asia dan nomor-7 di dunia. Jumlah penderita ini diperkirakan pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 12 juta penderita diabetes.

Diabetes Mellitus (DM) menurut bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein yang berarti tembus atau pancuran air, sedangkan menurut bahasa Latin: mellitus yang berarti rasa manis. Di Indonesia penyakit diabetes lebih dikenal dengan istilah penyakit kencing manis yakni kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

 

askep DM

I. Konsep

A. Pengertian

Menurut pengertian Barbara C Long (1996:4) diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. Diabetes mellitus digolongkan sebagai penyakit endokrin atau hormonal karena gambaran produksi atau penggunaan insulin.

Sementara pengertian diabetes mellitus menurut Arif Mansyoer (1997 : 580) adalah keadaan hiperglikemi kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada pembuluh basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.

Pendapat lainnya bisa kita temui dalam tulisan Hotma Rumoharba (Skp, 1997) yang menyatakan bahwa diabetes mellitus adalah sindrom yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara tuntutan dan suplai insulin. Sindrom ini ditandai oleh hiperglikemia dan berkaitan dengan abnormalitas, metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Abnormalitas metabolik ini mengarah pada perkembangan bentuk spesifik komplikasi ginjal, okular, neurogenik dan kardiovaskuler.

  1. Klasifikasi etiologis diabetes mellitus menurut American Diabetes Association (1997) sesuai anjuran Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) dapat di jelaskan seperti berikut ini :
    Diabetes tipe 1 (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut):
    a. Autoimun
    b. Idiopatik
  2.  Diabetes tipe 2 (bervariasi mulai terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin).
  3.  Diabetes tipe lain
    a. Defek genetik fungsi sel beta:
    1) Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY) 1,2,3
    2) DNA mitokondria
    b. Defek genetik kerja insulin
    c. Penyakit eksokrin pankreas
    1) Pankreatitis
    2) Tumor / pankreatektomi
    3) Pankreatopati fibrotakalkus
    d. Endokrinopati: akromegali, sindrom cushing, feokromositoma, dan hipertiroidism.
    e. Karena obat / zat kimia
    1) Vacor, pentamidin, asam nikotinat
    2) Glukokortikoid, hormon tiroid
    3) Tiazid, dilantin, interferona, dll.
    f. Infeksi: rubela kongenital, sitomegalovirus
    g. Penyebab imunologi yanng jarang : antibodi antiinsullin
    h. Sindrom genetik lain yanng berkaitan dengan DM: sindrom down, sindrom kllinefelter, sindrom turner, dll.
  4. Diabetes Mellitus Gestasional

B. Etiologi

Insulin Dependent Diabetes Mellitus ( IDDM ) atau Diabetes Melitus Tergantung Insulin ( DMTI ) di sebabkan oleh destruksi sel beta pulau lengerhands akibat proses autoimun. Sedangkan Non Insulin Dependent Diabetes Melitus ( NIDDM ) atau Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin ( DMTTI ) disebabkan kegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin.

C. Patofisiologi

Kekurangan insulin atau tidak efektifnya insulin dapat terjadi oleh karena proses penuaan, gaya hidup, infeksi, keturunan, obesitas dan kehamilan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan permeabilitas glukosa di dalam sel. Selain hal tersebut bisa juga di sebabkan oleh karena keadaan akut kelebihan hormon tiroid, prolaktin dan hormon pertumbuhan yang mengakibatkan terjadinya peningkatan glukosa darah. Peningkatan kadar hormon ini terutama hormon pertumbuhan dalam jangka panjang dapat di anggap sebagai diabetogenik (menimbulkan diabet).

Hormon-hormon tersebut dapat merangsang pengeluaran insulin secara berlebihan oleh sel-sel beta pulau lengerhans pankreas, sehingga akhirnya terjadi penurunan respon sel terhadap insulin. Jika hati mengalami gangguan dalam melakukan proses glikogenesis (mengolah glukosa menjadi glikogen), maka kadar gula dalam darah akan meningkat.

Apabila ambang ginjal di lalui maka ….

=========================+++++===============================

Untuk lebih lengkapnya, silahkan di baca langsung ebook Askep DM di bawah ini :

(klik langsung judulnya)

Askep Diabetes Mellitus 1

Askep Diabetes Mellitus 2

Askep Diabetes Mellitus 3

Askep Diabetes Mellitus  4

Askep Diabetes Mellitus NIDDM

Askep Diabetes Mellitus dan Gangren

Askep DM | askep | 4.5