Askep Gastritis

Friday, October 23rd, 2015 - Askep, Askep KGD

Askep Gastritis – Gastritis merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi radang selaput perut. Orang awam biasa menyebut dengan istilah sakit maag. Peradangan selaput perut ini biasanya merupakan hasil dari infeksi bakteri Helicobacter Pylori dan merupakan radang perut yang paling sering ditemukan. Di negara-negara sedang berkembang prevalensi akibat infeksi Helicobacter Pylori ini pada orang dewasa terbilang cukup tinggi hingga sekitar 90%, bahkan pada anak-anak prevalensinya bisa lebih tinggi lagi.

Gastritis atau di Indonesia lebih dikenal dengan istilah maag berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro yang berarti perut atau lambung dan itis yang berarti inflamasi atau peradangan. Gastritis merupakan inflamasi dari mukosa lambung (Kapita Selecta Kedokteran, edisi ketiga hal 492), atau istilah lain yakni radang mukosa lambung( Buku Ajar Keperawatan Medikal  Bedah, edisi  kedelapan  hal 1062). Gastritis di dalam literatur yang lain di definisikan sebagai keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau local (Patofisiologi, Sylvia A Price hal 422).

Askep Gastritis

Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas, definisi gastritis dapat juga diartikan sebagai suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung dan secara hispatologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel-sel radang pada daerah tersebut. Gastritis di ketahui bukan merupakan suatu penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari gabungan beberapa kondisi yang mengakibatkan peradangan pada lambung. Peradangan ini biasanya merupakan akibat dari infeksi oleh bakteri yaitu Helicobacter pylori. Bakteri ini di kenal juga sebagai bakteri yang dapat mengakibatkan borok di lambung. Peradangan oleh bakteri ini mengakibatkan sel darah putih menuju ke dinding lambung sebagai respon terjadinya kelainan pada bagian tersebut.

Gastritis di klasifikasikan menjadi 2, yaitu (David Ovedorf 2002) gastritis akut dan gastritis kronik. Gastritis akut disebabkan oleh kelebihan asam atau alkali kuat di bagian lambung yang dapat menyebabkan mukosa menjadi gangren atau perforasi. Gastritis akut dibagi menjadi dua garis besar yaitu :

  1. Gastritis Eksogen akut biasanya disebabkan oleh faktor-faktor eksternal atau faktor dari luar, seperti bahan kimia, misalnya lisol, alkohol, merokok, kafein lada, steroid, mekanis iritasi bakterial, obat analgetik, anti inflamasi terutama aspirin (aspirin dosis rendah sudah dapat menyebabkan erosi mukosa lambung).
  2. Gastritis Endogen akut adalah gastritis yang disebabkan oleh kelainan organ.

Gastritis kronik di mana lambung penderita mungkin mengalami inflamasi (reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yg ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh) kronis dari tipe gangguan tertentu, yang menyebabkan gastritis dari tipe yang spesifik yaitu gastritis kronisa. Gastritis kronik dikelompokkan lagi dalam 2 tipe yaitu tipe A dan tipe B. Dikatakan gastritis kronik tipe A jika mampu menghasilkan imun sendiri. Tipe ini dikaitkan dengan atropi dari kelenjar lambung dan penurunan mukosa. Penurunan pada sekresi gastrik mempengaruhi produksi antibodi. Gastritis kronik tipe B lebih lazim terjadi, tipe ini dikaitkan dengan infeksi helicobacter pylori yang menimbulkan ulkus pada dinding lambung.

Untuk membaca askep gastritis yang lebih lengkap dan jelas, silahkan di download file askep gastritis di bawah ini :

askep gastritis

askep gastritis dan hematemesis melena

Askep Gastritis | askep | 4.5