Askep Keluarga Napza

Monday, January 18th, 2016 - Askep, Askep Komunitas

Askep Keluarga Napza – NAPZA adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang yang sering disalahgunakan. Penyalahgunaan obat-batan diantaranya adalah pemakaian di luar indikasi medik, tanpa petunjuk/resep dokter, pemakaian sendiri secara relatif teratur sekurang-kurangnya selama satu bulan.

Beberapa jenis obat atau zat yang sering disalahgunakan adalah obat alkohol, benzodiazepin, mariyuana, amfetamin, kokain, opium, heroin, morpin, dan lain-lain. Semua jenis obat tersebut dapat mengakibatkan gangguan mental yang disebabkan oleh efek langsung dari zat tersebut terhadap susunan saraf pusat.

Askep Keluarga

Alasan pengguna Napza ini berbeda-beda dengan latar belakang individu dan lingkungan.
Faktor individu diantaranya adalah sebagai berikut:
– Rasa ingin tahu yang kuat dan ingin mencoba
– Bersikap tidak tegas terhadap tawaran/pengaruh teman sebaya.
– Penilaian diri negatif (low self esteem) seperti merasa kurang mampu dalam pelajaran, pergaulan, penampilan diri dan status sosial ekonomi yang rendah.
– Kurang rasa percaya diri (low self confidence)
– Mengurangi rasa tidak enak/sakit
– Sikap memberontak terhadap peraturan
– Identifikasi diri yang kabur akibat proses identifikasi dengan orang tua/pasangan hidup yang berjalan kurang baik
– Depresi dan cemas
– Kepribadian dissosial (perilaku menyimpang dari norma yang berlaku)
– Kurang menghayati ajaran-ajaran agama

Faktor lingkungan yang menyebabkan pengguna Napza diantaranya :
– Mudah memperoleh zat Napza
– Komunikasi keluarga yang tidak efektif
– Hubungan antar orang tua yang tidak harmonis
– Orang tua atau anggota keluarga lainnya pengguna Napza
– Berteman dengan pengguna Napza
– Penghargaan sosial dari lingkungan yang kurang

Klasifikasi pemakai napza bisa digolongkan sebagai berikut :
1. Pemakai coba-coba (experiment use)
2. Pemakai sosial (social use) yakni pemakai yang bertujuan hanya untuk bersenang-senang.
3. Pemakai situasional yakni pemakaian pada saat mengalami keadaan tertentu (ketegangan, kesedihan atau kekecewaan)
4. Penyalahgunaan (abuse) yakni pemakaian sebagai suatu pola penggunaan yang bersifat patologis/menyimpang minimal satu bulan lamanya dan telah terjadi gangguan fungsi sosial atau pekerjaan
5. Ketergantungan (dependence) yakni telah terjadi toleransi dan gejala putus zat bila pemakai zat dihentikan atau dikurangi

Tanda-tanda umum pengguna Napza adalah sebagai berikut :
1. Perubahan fisik:
– Badan kurus
– Tampak mengantuk
– Mata merah dan cekung
– Bekas suntikan atau goresan pada lengan dan kaki
2. Perubahan perilaku
– Emosi labil
– Takut sinar/air
– Menyendiri
– Bohong/mencuri
– Menjual barang
– Pergi tanpa pamit
– Halusinasi
– Paranoid

Tanda-tanda klinis dari penggunaan Napza diantaranya adalah sebagai berikut ini :
1. Yang berefek depresan (menghambat fungsi syaraf)
– Berbicara kacau
– Tidak dapat mengendalikan diri
– Tingkah laku seperti mabuk tetapi tanpa berbau minuman beralkohol
– Akibat kelebihan pemakaian akan menyebabkan : nafas tersengal-sengal, kulit lembab dan dingin, pupil mata mengecil, denyut nadi cepat dan lemah, kesadaran menurun dan bisa berakibat lebih parah sampai meninggal.
– Gejala putus obat seperti gelisah, sukar tidur, mengigau, tertawa tidak wajar.
2. Penyalahgunaan yang berefek stimultan (mengaktifkan fungsi syaraf)
– Lebih waspada, bergairah, eporia, pupil mata meebar, denyut nadi meningkat, susah tidur, nafsu makan hilang
– Kelebihan pemakaian mengakibatkan gelisah, suhu badan naik, suka berhayal, tertawa tidak wajar sampai bisa menimbulkan kematian
3. Penyalah gunaan yang berefek halusinasi (menimbulkan rasa berhalusinasi/berkhayal)
– Suka berkhayal
– Tidak punya gambaran ruang dan waktu
– Bila overdosis menyebabkan kematian.

Komplikasi dari penyalahgunaan napza selain gangguan otak, dapat menyebabkan gangguan hati, usus, sek*s, kelainan bayi (bila hamil), dan resiko kena kanker.

Upaya-upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara :
1. Ketahuilah bahwa obat tersebut sangat berbahaya dan jangan sekali-kali mencoba.
2. Membina hubungan yang harmonis dengan orang tua sehingga perilaku kita lebih terkontrol.
3. Katakan tidak bila ada yang menawari.
4. Konsultasilah kepada petugas kesehatan bila anda memiliki masalah kesehatan termasuk gangguan pikiran.
Pengobatan pasien yang mengalami ketergantungan obat tergantung dari tingkat keparahan atau berat-ringan tingkat ketergantungan. Penyembuhannya memerlukan waktu yang relatif lama dan membutuhkan biaya yang besar.

 

Askep keluarga napza selengkapnya dapat anda baca dan download melalui link yang ada di bawah ini :

Askep keluarga Napza

Askep Keluarga Napza | askep | 4.5