Askep TB Paru Dengan Atelektasis

Thursday, January 14th, 2016 - Askep, Askep KMB

Askep TB Paru – Penyakit pada sistem pernafasan merupakan masalah yang sudah umum terjadi di masyarakat Indonesia, salah satu jenisnya adalah TB paru atau tuberkulosis paru yakni penyakit infeksi yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. TB paru adalah penyakit infeksi yang menyebabkan  kematian dengan angka kematian (mortalitas) tinggi, angka kejadian penyakit (morbiditas), diagnosis dan terapi yang cukup lama. Penyakit ini biasanya banyak terjadi pada negara berkembang dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah.

TB paru merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia dan angka kesakitan dengan urutan teratas setelah ISPA. Indonesia menduduki urutan ketiga setelah India dan China dengan jumlah penderita TB paru di dunia. Bakteri Mycobacterium tuberculosis (TB) telah menginfeksi hampir 30 persen penduduk dunia, menurut WHO sekitar 8 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 3 juta orang per tahun (WHO, 1993). Di negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat dilakukan pencegahan.

Askep TB Paru

Mycobacterium tuberculosis merupakan jenis kuman berbentuk batang, dengan ukuran panjang 1-4 micron dan tebal 0,3-0,6 micron. Sebagian besar kuman berupa lemak/lipid sehingga kuman tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap kimia. Sifat lain dari kuman ini adalah aerob yang menyukai daerah yang banyak oksigen, yakni lebih menyenangi daerah yang tinggi kandungan oksigennya seperti daerah epikal paru, daerah ini yang menjadi prediksi pada penyakit Tuberkulosis.

TB paru dikendalikan oleh respon imunitas perantara sel efektor (makrofag), sedangkan limphosit (sel T) adalah sel imonoresponsifnya. Imunitas ini biasanya melibatkan makrofag yang diaktifkan ditempat infeksi oleh limfosit dan limfokin, respon ini disebut sebagai reaksi hipersensitifitas (lambat). Basil Tuberkel yang mencapai permukaan alveolus akan diinhalasi sebagai suatu unit (1-3 basil), gumpalan basil yang lebih besar cenderung tertahan disaluran hidung dan cabang besar bronkus dan tidak menyebabkan penyakit. Yang berada dialveolus dibagian bawah lobus atas paru basil tuberkel ini membuat peradangan. Leukosit polimorfonuklear nampak pada tempay tersebut dan mempagosit, namun tidak membunuh basil. Hari-hari berikutnya leukosit diganti oleh makrofag, alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumoni akut. Pneumoni selluler ini dapat sembuh dengan sendirinya. Proses ini dapat berjalan terus, dan basil terus dipagosit atau berkembang biak di dalam sel. Basil juga menyebar melalui kelenjar getah bening. Makrofag yang mengadakan infiltrasi menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epiteloid dengan dikelilingi oleh limfosit yang membutuhkan waktu 10-20 hari. Nekrosis bagian sentral lesi memberikan gambaran yang relatif padat dan seperti keju (nekrosis kaseosa). Daerah yang mengalami nekrosis dan jaringan granulasi yang dikelilingi sel epiteloid dan fibroblas akan menimbulkan respon berbeda. Jaringan granulasi akan lebih fibroblas membentuk jaringan parut dan ahirnya membentuk suatu kapsul yang dikelilingi tuberkel.

Tanda-tanda dan gejala TB paru biasanya mengalami beberapa keluhan atau bahkan malah tanpa keluhan, yang terbanyak adalah :

  • Demam : subfebril, febril ( 40-41derajat C) hilang timbul.
  • Batuk : terjadi karena adanya iritasi pada bronkus, batuk ini untuk membuang /mengeluarkan produksi radang, dimulai dari batuk kering sampai batuk purulenta (menghasilkan sputum)
  • Sesak nafas : bila sudah lanjut dimana infiltrasi radang sampai setengah paru.
  • Nyeri dada : ini jarang ditemukan, nyeri timbul bila infiltrasi radang sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis
  • Malaise : ditemukan beripa anorexia, nafsu makan menurun, BB menurun, sakir kepala, nyeri otot, keringat diwaktu malam hari

Pada Atelektasis terdapat gejala manifestasi klinik yaitu sianosis, sesak nafas, kolaps. Bagian dada pasien tidak bergerak pada saat bernafas dan jantung terdorong kesisi yang sakit. Pada foto torax tampak pada sisi yang sakit bayangan hitam dan diagfragma menonjol keatas.

Askep TB paru selengkapnya dapat Anda baca dan download melalui link yang ada di bawah ini :

Askep TB paru

Askep TB Paru Dengan Atelektasis | askep | 4.5