Askep Vertigo

Tuesday, January 19th, 2016 - Askep, Askep KGD

Askep Vertigo – Vertigo adalah suatu penyakit yang berhubungan dengan keseimbangan saraf, terutama karena gangguan di dalam telinga (bagian keseimbangan) dan keluhan yang ada biasanya berupa pusing tujuh keliling disertai dengan bunyi berdengung pada kuping (tinitus) (Dr. August, Selasa, 17 Maret 1998).

Kata vertigo berasal dari bahasa Yunani “vertere” yang artinya memutar. Vertigo termasuk kedalam gangguan keseimbangan yang biasanya bentuknya berupa pusing, pening, sempoyangan, rasa seperti melayang atau dunia seperti berjungkir-balik. Kasus vertigo yang tercatat di Amerika adalah 64 orang tiap 100.000 penduduk, dengan persentasi wanita lebih banyak daripada pria. Vertigo juga lebih sering terjadi pada usia yang lebih tua yaitu diatas 50 tahun.

Askep Vertigo

Vertigo merupakan salah satu kelainan yang dirasakan akibat manifestasi dari kejadian atau trauma lain, misalnya adanya cidera kepala ringan. Salah satu akibat dari kejadian atau trauma tersebut ialah seseorang akan mengalami vertigo. Kasus seperti ini sebaiknya harus segera ditangani, karena jika dibiarkan begitu saja akan menggangu sistem lain yang ada di tubuh dan juga sangat merugikan pasien karena rasa sakit yang begitu hebat. Pasien dengan vertigo ini kadang sulit untuk membuka mata karena rasa pusing seperti terputar-putar yang disebabkan karena terjadi ketidakseimbangan atau gangguan orientasi.

Vertigo sebagian besar disebabkan oleh gangguan sistem vestibular yang sering dibarengi gangguan sistem otonom (mual, pucat, keringat dingin, muntah, perubahan denyut nadi, tekanan darah dan diare) karena sistem keseimbangan dalam otak terganggu sehingga perasaan berputar muncul. Pengatur sistem keseimbangan di dalam otak adalah sistem vestibuler, sistem cerebellum (otak kecil) dan sistem korteks (lapisan luar) serebri dan batang otak.

Vertigo biasa diklasifikasikan menjadi dua jenis :

1. Vertigo ringan :

  1. Vertigo posisional yakni vertigo akan muncul hanya pada saat sikap atau posisi kepala tertentu, misalnya miring ke kanan atau kiri dan telinga yang terganggu ditempatkan di sebelah bawah. Sindrom ini pada umumnya hanya berlangsung beberapa detik atau menit saja, namun disertai rasa mual.
  2. Vertigo situasional yakni vertigo yang muncul setiap penderita berhadapan dengan keramaian, atau sebaliknya, saat penderita berada di tengah lapangan luas yang kurang penerangan.
  3. Vertigo stress yakni penderita bisa saja mengalami gejala kepala berputar tujuh keliling sampai muntah-muntah karena stress. Namun ketika stress hilang, gejala vertigo juga akan sirna.

2. Vertigo berat :

  1. Vertigo yang disebabkan karena adanya tumor di otak kecil (cerebellum) sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk mengatasinya.
  2. Vertigo karena trauma diarea cerebellum dapat menyebabkan gangguan keseimbangan karena cerebellum merupakan pusat keseimbangan sentral pada tubuh manusia.
  3. Vertigo yang disebabkan karena infeksi pada area keseimbangan dalam telinga (vestibular) yang sifatnya sangat sensitif terhadap perubahan atau kelainan apa pun pada organ tersebut. Misalnya akibat salesma berat, masuk angin, atau kurang tidur terjadi infeksi pada telinga, sehingga aliran darah kurang sempurna, semua hal ini dapat menyebabkan vertigo.

Pembelajaran mengenai vertigo beserta asuhan keperawatannya dirasa sangat penting. Dengan memiliki pengetahuan yang baik beserta pemberian asuhan keperawatan yang benar, diharapkan masyarakat dapat mengetahui kasus-kasus vertigo seperti ini dan bisa mengantisipati hal tersebut.

Askep vertigo selengkapnya dapat Anda baca dan download melalui link yang ada di bawah ini :

Askep vertigo 

Askep Vertigo | askep | 4.5