Askep Hipertensi

Monday, January 26th, 2015 - Askep KMB

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi atau biasa juga di sebut sebagai hipertensi arteri merupakan kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan tekanan darah ini mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Hipertensi biasanya di bedakan menjadi hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder.

Hipertensi primer (esensial) adalah tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas, sedangkan hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh suatu penyakit yang di ketahui. Dari literatur-literatur tentang kesehatan di ketahui sekitar 90–95% kasus tergolong sebagai pengidap hipertensi primer, yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas (Carretero OA, Oparil S (January 2000). “Essential Hypertension. Part I: Definition and etiology”). Sementara 5-10% kasus merupakan hipertensi sekunder dipengaruhi oleh ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin.

askep hipertensi

Askep Hipertensi 

I. Pengertian 

Menurut Smith Tom (1995) hipertensi sering di definisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistolik nya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik nya diatas 90 mmHg. Sedangkan Kodim Nasrin (2003) mengutip pengertian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolik sama atau lebih besar 95 mmHg.

Dari pengertian di atas maka dapat di simpulkan bahwa hipertensi dapat di kategorikan ringan jika tekanan diastoliknya antara 95 – 104 mmHg, sedangkan jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg di kategorikan sebagai hipertensi sedang, dan jika tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih di kategorikan sebagai hipertensi ringan. Pembagian ini berdasarkan peningkatan tekanan diastolik karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik ( Smith Tom, 1995 ).

II. Penyebab

Menurut Lany Gunawan (2001) berdasarkan penyebabnya, penyakit hipertensi dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu :

  1. Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya
  2. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain yang sudah di ketahui

Hipertensi primer terdapat pada lebih dari 90% penderita hipertensi, sedangkan 10% sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder.

Walaupun hipertensi primer belum diketahui penyebabnya secara pasti, tetapi berdasarkan data-data penelitian lembaga-lembaga riset kedokteran diperkirakan ada beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan gangguan hipertensi yakni sebagai berikut :

1. Faktor keturunan : data-data statistikmenunjukkan bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besarmengidap hipertensi jika kedua orang tuanya adalah penderita hipertensi.

2. Ciri perseorangan : ciri perseorangan yang di maksud di sini adalah faktor umur ( semakin bertambahnya umur seseorang maka TD meningkat), jenis kelamin (biasanya jenis kelamin laki-laki lebih tinggi peluang mengidap hipertensi daripada perempuan) dan ras (ras kulit hitam lebih banyak mengidap hipertensi daripada ras berkulit putih).

3. Kebiasaan hidup : banyak kebiasaan yang dilakukan masyarakat setiap hari yang secara tidak sadar turut memicu hipertensi diantaranya adalah mengkonsumsi garam dengan kadar yang tinggi (lebih dari 30 gr) setiap hari, makan secara berlebihan yang mengakibatkan obesitas/kegemukan, kondisi stres, merokok, minum minuman beralkohol, efek samping minum obat-obatan (ephedrine, prednison, epineprin).

III. Patofisiologi

Mekanisme yang mengontrol terjadinya proses konstruksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor …

Bahasan lebih lengkap tentang askep hipertensi ini bisa Anda baca dalam bentuk ebook di bawah ini :

klik : ebook Askep Hipertensi

Askep Hipertensi | askep | 4.5